Mbah Marijem Penerima BSPS Akhirnya Rekam e-KTP Di Rumah Dengan Berbaring

Operator SIAK Disdukcapil Wonogiri sedang melakukan pemotretan eKTP (foto : agus ds)

Jum’at, (31/07/2020). Janda jompo yakni Mbah Marijem (85 th) sebagai Keluarga Penerima Bantuan (KPB) BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari Kementrian Perumahan Rakyat pusat tidak mampu lagi beraktivitas. Kesehariannya hidup bersama anak laki lakinya Katno (50 Th). Penerima bantuan rehab rumah ini nantinya akan menerima bantuan dari pusat berupa dana sebesar Rp. 17.500.000,00. Dana tersebut dialokasikan untuk belanja bahan sebesar Rp. 15.000.000,00 sedangkan sisanya sebesar Rp 2.500.000,00 diperuntukkan sebagai upah tenaga.

Bantuan tersebut tidak diterimakan secara tunai kepada KPB (keluarga penerima bantuan), namun akan ditransfer ke rekening pribadi. Ada sebanyak 20 (duapuluh) keluarga yang menerima bantuan di Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh penerima bantuan adalah harus punya rekening tabungan atau membuka rekening tabungan pada bank yang ditunjuk yakni Bank Jateng. Sementara untuk membuka rekening tabungan di Bank syaratnya harus mempunyai eKTP (KTP elektrik).

Persiapan peralatan perekaman eKTP untuk mbah Marijem (foto : agus ds)

“Ibu saya ini sudah empat tahun tidak bisa apa-apa dan tidak bisa kemana-mana. Jangankan untuk rekam eKTP, kesehariannya hanya terbaring di tempat tidur saja. Bahkan untuk sekedar makan dan minum, saya yang harus menyuapi”, papar Katno anak laki-laki mbah Marijem yang masih bujang. Mengingat kondisi yang demikian Kepala Dusun dan pemangku kepentingan setempat berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memohon izin melakukan rekam data biometrik eKTP. Sebab, setelah ditetapkannya Kabupaten Wonogiri menjadi zona merah, menyusul peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang signifikan, kegiatan rekam eKTP tidak dilayani sampai menunggu keadaan kembali kondusif.

Mengingat kondisi yang mendesak untuk pemenuhan pemberkasan persyaratan BSPS, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Woro Yudiastuti memberi izin perekaman eKTP kepada mbah Marijem, namun tempat perekaman dilaksanakan di Kecamatan Wonogiri. Hari, tanggal berikut jam sudah dijadwalkan untuk perekaman eKTP,,server pun juga sudah dimohon untuk dibuka. Namun sayang, pada jadwal yang telah ditentukan, Mbah Marijem tiba-tiba jatuh sakit. Memurut pernyataan para tetangga, sudah tidak bisa makan dan minum. Kondisinya tidak memungkinkan apabila di bawa ke Kecamatan untuk rekam eKTP.

Beranjak dari kondisi tersebut, Camat Wonogiri Joko Purwidyatmo mengambil kebijakan untuk jemput bola rekam data eKTP. Beliau memerintahkan operator SIAK datang ke rumah mbah Marijem untuk melakukan perekaman data. Akhirnya pada hari Rabu, 29 Juli 2020 operator SIAK Kecamatan Wonogiri Suharni dan Budi dibantu Perangkat Desa Sonoharjo. Peralatan rekam data berupa CPU, monitor, kamera, beserta peralatan biometrik di bawa ke rumah mbah Marijem. Akhirnya dalam kondisi terbaring, mbah Marijem berhasil melakukan rekam eKTP. (AGUS DS_admin SID).

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan