Jembatan Pelangi Padasmalang, Spot Swafoto Yang Menggoda

Kamis, (30/07/2020). Menyambut dan sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 Tahun, muda-mudi Karang Taruna Tunas Harapan Dusun Padasmalang Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri mempercantik jembatan Desa yang dibangun diatas aliran sungai Kali Walikan yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Secara wilayah Desa Desa Sonoharjo terpisahkan oleh sebuah sungai besar yakni Kali Walikan, sehingga terpisahkan menjadi wilayah utara sungai terdiri dari 4 (empat) Dusun, sedangkan wilayah selatan sungai terdiri dari 18 Dusun.

Dusun Padasmalang yang berada persis ditepian sungai Kali Walikan merupakan salah satu dari dari 18 di Desa Sonoharjo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar. Jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, terdiri dari kurang lebih 30 Kepala Keluarga dalam satu wilayah terkecil yakni RT 002 RW 010. Sebelum dibangunnya jembatan Desa tersebut, untuk menuju ke pusat pemerintah Desa warga harus berjalan memutar dengan jarak tempuh kurang lebih 6,5 kilo meter dengan waktu tempuh 6 sampai dengan 8 menitan. Namun kini setelah jembatan Desa dibangun, untuk menuju pusat pemerintahan Desa jarak yang harus ditempuh hanya sekitar 1.5 kilo meter dengan waktu tempuh kurang dari 5 menit.

Jembatan Desa ini dibangun oleh Pemerintah Desa Sonoharjo pada tahun 2016, dengan sumber pembiayaan berasal dari Dana Desa (DD). Alokasi yang dianggarkan untuk membangun jembatan Desa tersebut sekira Rp. 265.000.000,00. ” Sudah sangat lama masyarakat kami (Padasmalang) mengidam-idamkan dibangunnya jembatan penghubung, sebab untuk menuju Balai Desa kami harus memutar jauh”, ujar Senen Kepala Dusun Padasmalang. “Dulu kami pernah membuat jembatan sesek (dari kayu dan bambu), namun hanyut dibawa aliran sungai pada waktu banjir”, tambah beliau.

Euforia spot selfie (swa foto) pada era digital saat ini menggugah kreatifitas muda-mudi Karang Taruna Tunas Harapan untuk menyumbangkan karya bagi Dusun tercinta. Terlebih kali ini momentumnya sangat tepat, yakni dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Tahun. Ide yang pertama kali muncul adalah memasang lampu hias di sepanjang jembatan yang memiliki panjang bentang 12 meter ini. Lalu selanjutnya mengecat pembatas jembatan dengan cat warna-warni agar terkesan blink-blink.

Anak muda memang kaya ide dan kreatifitas, tak puas sampai di situ akhirnya target berikutnya adalah mewarnai landasan jembatan dengan seni lukis mural 3 D (tiga dimensi), ada beberapa karakter yang tergambar pada alas jembatan berkonstruksi cor beton tersebut, ada dora emon, balok, anak tangga, pasangan batu bata dan lain-lain..Permainan warna serta perpaduan cat yang serasi membetuk efek 3 Dimensi yang sangat elok di pandang mata.

Pengerjaan pewarnaan jembatan Desa tersebut memakan waktu kurang lebih 1 minggu,,dikerjakan pada waktu senggang sore hari serta malam hari. “Untuk pengerjaan pengecatan alas/landasan jembatan, terpaksa akses masuk kami tutup selama beberapa hari. Ini untuk mempermudah pengerjaan dan finishing sampai keringnya cat”, ujar Suwarto salah satu tokoh pemuda Dusun.

Lukisan Mural 3 dimensi (foto : suwarto)

Terakhir adalah labeling atau pemberian nama untuk jembatan tersebut. Ada yang memberi nama jembatan “Ninggal Tatu”, ada yang menamai Jembatan Cinta, Jembatan Pelangi, Jembatan Warna Warni, Jembatan Blink-Blink, serta entah apalagi nama yang akan disematkan pada jembatan tersebut. (Agus Ds_admin SID).

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan