“1000 Orang Tua Bisa Bermimpi, 1 Orang Pemuda Bisa Mengubah Dunia”, Musyawarah Kelompok Pemuda Desa Sonoharjo.

Sonoharjo, 01/03/2020..Puluhan pemuda memadati kompleks Kantor Kepala Desa Sonoharjo, mereka datang mewakili dusunnya masing-masing untuk mengikuti musyawarah kelompok pemuda dalam rangka penyusunan RPJM Desa Sonoharjo Tahun 2020-2025. Yang diundang oleh Tim 11 selaku penyelenggara adalah 3 orang perdusun, terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang sekretaris, dan 1 orang anggota. Waktu pelaksanaan muskel (musyawarah kelompok) dipilih malam hari Sabtu 29/02/2020, agar tidak mengganggu aktivitas pemuda yang sekolah, kuliah, maupun bekerja.

Undangan untuk 17 pengurus karang taruna yang tersebar di 18 dusun, terdapat 1 dusun yang tidak mengirimkan delegasinya. Dan ada 1 dusun yang hanya mengirimkan utusan 1 orang. Sekira pukul 20.15 WIB acara dimulai. Guna menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, para pemuda diajak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Nampak seorang peserta bersedia menjadi relawan sebagai dirigen.

Selesai menyanyikan lagu kebangsaan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sonoharjo. “Musyawarah kelompok pemuda kali ini sebagai momentum kebangkitan pemuda di Desa Sonoharjo yang sudah sekian lama mengalami kevacuman. Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa dan negara, juga merupakan generasi penerus”, ujar Suharno Indra Prasetyo. “Mari kita secara bersama-sama merubah image bahwa pemuda atau karang taruna identik dengan sinoman. Dengan adanya Dana Desa, karang taruna harus berinovasi menjadi berdaya”, tambahnya.

Kelompok 1, membahas issue keagamaan yang berkembang di masyarakat (foto : agus ds)

Tatacara musyawarah kelompok kali ini agar lebih mengenai dan capaian ketajaman usulan terpenuhi, peserta dibagi kedalam 3 kelompok besar. Klasifikasi kelompok tersebut disesuaikan dengan potensi wilayah dan issue yang berkembang di organisi karang taruna. Kelompok 1 terdiri dari 6 dusun, dan akan membahas issue keagamaan. Selanjutnya kelompok 2 terdiri dari 6 dusun membahas issue bidang olahraga. Sedangkan kelompok 3 yang Juga terdiri dari 6 dusun akan mengangkat issue seni dan budaya.

Kelompok kedua menggali potensi olahraga, sebagai simbol pemersatu generasi (foto : agus ds)

Dengan moda FGD (Focus Group Discussion) ini, penyelenggara berharap masing-masing kelompok akan mampu mengidentifikasi masalah, lalu menggali potensi yang ada, merepresentasi kedalam usulan kegiatan sekaligus menentukan kebutuhan pembiayaan. Diskusi dengan strategi seperti ini terkesan lebih interaktif, generasi muda lebih berani melontarkan ide-ide cemerlang, kreatif dan inovatif. Hasil diskusi didokumentasikan secara tertulis dalam kertas plano besar yang disediakan oleh penyelenggara.

Kelompok ketiga membahas issue seni dan budaya, menggali kreatifitas dan inovasi generasi muda (foto : agus ds)

Setelah ketiga kelompok selesai berdiskusi, sesuai dengan kesepakatan, maka diadakan acara reorganisasi pengurus karang taruna tingkat Desa. Tata cara pemilihan dilaksanakan secara langsung, dimana semua peserta muskel yang mewakili wilayah memberikan suara. Sebelum pemilihan dimulai peserta mengusulkan 3 nama Calon Ketua yang dipilih oleh ketiga kelompok besar tadi. Terdapat 3 nama calon, yakni dari kelompok satu adalah Suwarno, kelompok dua Deddi Setyawan, dan kelompok 3 adalah Febrian Yoga Widartama. Setelah dilakukan rekapitulasi suara, Deddi Setyawan memperoleh suara terbanyak, dengan perolehan 17 suara. Disusul Febrian Yoga W diurutan kedua dengan perolehan 16 suara, sedangkan Suwarno diurutan ketiga dengan 15 suara. (admin-sid).

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan