Program Pamsimas III Selesai, Pakem Lakukan Monev.

Sonoharjo [07/10/2018]. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Penelitan Dan Pengembangan (Bappeda Litbang) melakukan monev (monitoring dan evaluasi) ihwal pelaksanaan program Pamsimas III pada tiga Desa di Kecamatan Wonogiri. Keitga Desa tersebut adalah Desa Wonokerto, Desa Sonoharjo, dan Desa Wonoharjo. Monev dipimpin oleh Drs. Harseno Basuki, MM Kepala sub bidang kesejahteraan rakyat Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri.

Tim monev Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri

Desa Sonoharjo mendapat giliran jatah kedua, setelah sebelumnya tim monev melakukan kunjungan ke Desa Wonoharjo. KKM (kelompok keswadayaan masyarakat) TIRTO HARJO selaku lembaga yang mengelola program Pamsimas telah mempersiapkan diri menunggu kedatangan tim yang dijadwalkan akan hadir pada pukul 10.00 WIB. Perangkat kerja KKM, yakni Satlak (satuan pelkasana), dan KP SPAMS juga dihadirkan untuk menyambut kedatangan tim monev tersebut.

Tepat pukul 10.00 WIB, rombongan tim monev datang di Kantor Kepala Desa Sonoharjo, disambut oleh Sekretaris Desa, KKM, Satlak, dan KP SPAMS. Tim yang melakukan monev terdiri dari Kasubbid Kesra Bappeda dan Litbang beserta stafnya, Pakem (panitia kemitraan) pokja AMPL, dan district coordinator PAMSIMAS Kabupaten Wonogiri.

Metode monev dilakukan dengan cara interview (wawancara) kepada KKM dan Satlak. Tim monev mengajukan beberpa pertanyaan, yang pertama tentang kepengurusan KKM, Satlak, dan KP SPAMS. Kedua, tentang pekerjaan apa saja yang belum terselesaikan. Secara keseluruhan porgram PAMSIMAS di Desa Sonoharjo telah rampung. Kegiatan terdiri dari 3 (tiga) komponen, yakni SPAM (Sarana penyediaan air minum), Sanitasi Sekolah, dan Sanitasi Masyarakat. Untuk komponen yang pertama yakni SPAM, KKM TIRTO HARJO tidak melakukan aktivitas pengeboran (drilling) namun memberdayakan sumber mata air yang telah dilakukan pengukuran dengan debit air 1,9 liter per detik.

Keberhasilan KKM Tirto Harjo ini perlu diapresiasi, sebab satu-satunya Desa di Kecamatan Wonogiri yang tidak melakukan pengeboran. Letak mata air yang berada di pinggir sungai Walikan, salah satu anak sungai Bengawan Solo ini dapat dibilang jauh dari permukiman warga. Perlu kerja keras untuk menyulap mata air tersebut menjadi mata air terlindung dan berkelanjutan. Setelah sumber mata air tersebut dilindungi dengan bangunan cor beton, kemudian di sedot dengan mesin pompa air submersible berkekuatan 2 HP. Reservoir yang dipergunakan untuk menampung air berkapasitas 12 m kubik, dibangun diatas tanah milik kas Desa.

Pipa jaringan sepanjang 4.400 m terpasang untuk melayani kebutuhan air baku bagi masyarakat di dua dusun, yakni Dusun Pugut dan Dusun Jatinom. Air telah mengalir kepada SR (sambungan rumah) seumlah 98 konsumen. Sebelumnya juga telah dilakukan uji fungsi dengan mengambil sample 10 SR pada kedua Dusun tersebut. Sementara untuk komponen kedua, sanitasi sekolah, sasarannya adalah SD N 1 Sonoharjo yang mayoritas siswanya berasal dari Dusun Pugut dan Dusun Jatinom. Kegiatannya adalah pengadaan MCK dan TCT (tempat cuci tangan). Selanjutnya komponen ketiga adalah sanitasi masyarakat, kegiatan dilakukan secara cluster.

Pengarahan oleh Djangkung, SE Pakem Pokja AMPL Kab. Wonogiri

Djangkung, SE salah satu anggota Pakem pokja AMPL menyarankan agar diukur ulang debit air setelah sampai pada reservoir. ” Bak tampungan air dikosongkan dulu, kemudian mesin dinyalakan dan tunggu sampai bak terisi pada garis batas yang ditentukan. Hitung waktu yang dibutuhkan air sampai pada garis batas tersebut. Setelahnya ukur volume air dan kemudian dibagi waktu, nanti akan ketemu berapa debit airnya” ujar beliau. “Idealnya debit 1 liter per detik dapat melayani 1.000 orang, ketika nanti sudah diketahui berapa debit airnya, KP SPAMS dapat mengetahui ketercukupan air untuk menambah SR”, imbuhnya.

Selanjutnya, Kasubbid kesra Drs. Harseno Basuki, MM menyarankan segera dilakukan rembug bersama antara KKM, SATLAK, KP SPAMS dengan konsumen untuk menentukan besaran tarif per meter kubik beserta biaya operasional KP SPAMS. ” Ini segera saja diagendakan, mengingat ujicoba pemanfaatan air sudah hampir berjalan selama 3 bulan. Selain itu uji kualitas air harus dilakukan untuk mengetahui berapa kandungan materiil dalam air dan kandungan bakteri coli nya” kata beliau. Monev selesai pada pukul 11.30 WIB, sebelum tim melanjutkan perjalanan, KKM telah menyiapkan hidangan makan siang khas pedesaan, nasi tiwul, jangan lombok, dan gudangan.(admin SID).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan