Mbah Samiyem, Janda Tua Penerima RTLH Banprov Jateng ditemukan Meninggal Di Kebun Kosong

Sonoharjo, 31/10/2018..Sesosok jenazah yang ditemukan oleh salah satu pemuda di kebun kosong tepatnya di Dusun Bakulan Rt.001 Rw.011 Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri pada Senin malam, 29 Oktober 2018 jam 19.30 WIB keesokan harinya Selasa, 30 Oktober 2018 dimakamkan oleh waga sekira jam 11.00 WIB. Jenazah tersebut adalah Ny. Samiyem, lahir di Wonogiri pada tanggal 01-01-1947 beralamat di Dusun Bakulan Rt.002 Rw.004 Desa Sonoharjo Kec./Kab. Wonogiri. Ditemukan oleh salah seorang pemuda Desa bernama Firmansyah (25 Tahun), di bawah pohon kelapa ketika sedang melakukan patroli keliling untuk mengambil jimpitan di Dusunnya. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Pemerintah Desa Sonoharjo kemudian laporan tersebut di teruskan ke SPKT Polsekta Wonogiri.

Tak lama kemudian aparat Polsekta datang beserta Tim INAFIS segera melakukan olah TKP guna menghimpun data kronologi penemuan mayat dan identitas sesosok mayat tersebut. Setelah pihak Kepolisian selesai melakukan olah TKP, baru kemudian menyusul TGC (tim gerak cepat) UPTD Puskesmas Wonogiri 1 ke lokasi kejadian, setelah saling berkoordinasi segera dilakukan visum et repertum kepada jenazah oleh 3 orang dokter dibantu 1 orang bidan Desa dan 1 orang pegawai Puskesmas yang tinggal di Desa Sonoharjo. Selesai visum yang dijaga oleh aparat kepolisian, kemudian keluarga dipanggil untuk memperoleh keterangan hasil visum tim dokter. Dikarenakan perwakilan pihak keluarga tidak menghendaki autopsi dan menerima hasil visum, maka jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan jenazah disertai dengan dokumen tertulis yakni surat pernyataan bertandatangan diatas materai.

Samiyem adalah seorang janda tua yang hidup sebatangkara di rumahnya yang berukuran kecil. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Ny. Samiyem mencari daun jati dipekarangan milik tetangga atau diladang, kemudian pada esok harinya dijual ke Pasar Desa. Anaknya tinggal satu orang, namun merantau di Bogor Provinsi Jawa Barat. Banyak yang prihatin dengan kondisi Mbah Samiyem, salah satunya adalah Paguyuban Wonogiri Manunggal Sedya (Pawonmas) selalu memberikan santuan menjelang lebaran kepada Mbah Samiyem. Selain itu banyak pula para tetangga yang sering memperhatikan keadaan nenek tersebut dengan memberi uang untuk berbelanja kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi rumah nenek janda tersebut sangat memprihatinkan, kemudian diusulkan oleh Pemerintah Desa untuk mendapatkan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah untuk Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2018 ini sebesar Rp. 10.000.000,00.

Sebelum direhab
Setelah direhab

Setelah Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah dicairkan, kemudian segera dilakukan rehabilitasi rumah Ny. Samiyem. Pengerjaan rehab rumah dibantu oleh masyarakat Dusun Bakulan secara sukarela dan gotong royong., yang dipimpin oleh para tokoh dan pemuka Dusun tersebut. Warga juga membuatkan dapur kecil serta kamar mandi. Rumah yang dulunya sangat tidak layak sebagai hunian tempat tinggal, kini kualitasnya menjadi lebih baik. Dindingnya sudah permanen (tembok), atapnya genteng baru, dan lantainya pun sudah diplesterisasi. Mbah Samiyem sangat senang melihat rumah barunya, namun selang 1 (satu) bulan  kemudian, Ny Samiyem dipanggil Tuhan Yang Maha Esa. Semoga beliau tenang disisiNya. (agus ds-admin SID)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan