Penerima Bantuan RTLH Bantuan Tidak Terduga Provinsi Mendapat Pengarahan Bupati

Registrasi Undangan

Sonoharjo, 30/10/2018. Kabupaten Wonogiri mendapat Bantuan Tidak Terduga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 yang dipergunakan untuk peningkatan kualitas RTLH (rumah tidak layak huni), bantuan mobil Samsat Keliling Online, dan bantuan bak penampungan air. Seluruh penerima bantuan Selasa pagi diundang ke Pendopo Kabupaten Wonogiri untuk mendapatkan pengarahan dari Bupati. Korban bencana dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten a Kabupaten Wonogiri terdiri dari 6 meninggal/luka berat, sementara kondisi rumah/permukiman 57 rumah roboh dan 96 unit rusak berat. Bantuan dana yang diterima total senilai Rp. 1.870.000,00.Bantuan yang diterima penerima manfaat berbeda-beda, ada yang menerima Rp. 10.000.000,00 adapula yang menerima Rp. 15.000.000,00. Bantuan tidak diterimakan tunai, namun melalui buku rekening tabungan. Perihal penyerahannya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Penyerahan bantuan langsung dilakukan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Sementara bantuan untuk peningkatan kualitas RTLH, penerima manfaat sebanyak 412 unit. Besaran bantuan yang diterima sama, yakni sebesar Rp. 15.000.000,00. Warga miskin Desa Sonoharjo yang menerima bantuan untuk peningkatan kualitas RTLH adalah sebanyak 3 kepala rumah tangga. Pada acara tersebut ketiga warga Desa Sonoharjo juga berkesempatan hadir. Sementara bantuan bak penampungan air diserahkan kepada warga yang mengalami kekurangan air, yakni wilayah Wonogiri bagian selatan.

Bantuan yang ketiga yakni bantuan berupa 1 unit kendaraanToyota Hiace kepada Samsat UP3D Kabupaten Wonogiri guna maksimalisasi pelayan pembayaran pajak kendaraan secara online dan keliling. Dalamn pidato sambutannya Joko Sutopo menyampaiakan bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri yang riskan terhadap bencana tanah longsor dan banjir, kemudian beliau mengajak seluruh lapisan maayarakat untuk berdo’a dengan harapan semoga seluruh wilayah di Kabupaten Wonogiri amanndan terhindar dari bencana.

Selanjutnya Bupati juga menyampaikan arahan kepada penerima bantuan peningkatan kualitas RTLH. Bantuan ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah, namun paling tidak bisa meringankan beban bagi rumah tangga miskin, agar hunian mereka layak dan nyaman untuk tempat tinggal. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan permasalahan klasik di Wonogiri adalah masalah kekeringan yang menyebabkan kekurangan air. Selama 73 Tahun Indonesia merdeka belum ada pemimpin yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu pada tahun 2020 pemerintah mencanangkan program Wonogiri Bebas Kekurangan Air bersih. Persiapannya dimulai dari tahun ini, pencarian sumber mata air yang mumpuni, mendatangkan tenaga ahli, dan terakhir adalah pembiayaan atau penganggaran. Pemerintah harus yakin, ketiga pilar tersebut akan mampu mengatasi masalah kekeringan dan kekurangan air bersih.

Terakhir dalam pidatonya, Bupati menyampaikan progres penanganan kemiskinan, bahwa telah tercapai penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri dari 11.9 % menjadi 10,5 %, sumber datanya adalah BPS Kabupaten Wonogiri.Ini tren positif, sebab intervensi dana untuk pengentasan kemiskinan sangat besar dan banyak program. Setelah Bupati selesai berpidato memberikan pengarahan, acara selesai. Undangan lalu membubarkan diri, sebelum pulang ke rumah masing-masing undangan menyempatkan diri menikmati hidangan makan siang yang telah disajikan. (tim pengelola-SID)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan