Sonoharjo Memilih ; 1 Perempuan dan 12 Laki-laki Ikuti Perhelatan Pembentukan Anggota BPD

Sonoharjo, 29/10/2018. Senin pagi peserta Musdes (musyawarah Desa) Pembentukan BPD periodesasi 2018-2024 mulai berdatangan. Mereka merupakan unsur perwakilan wilayah yang akan memberikan hak pilih untuk memilih 8 (delapan) orang dari 13 (tigabelas) calon angota BPD. Musdes pembentukan BPD sesuai dengan tahapan Kabupaten serentak dilakukan pada hari Senin, 29 Oktober 2018, selanjutnya pada tanggal 30 Oktober 2018, panitia pengisian keanggotaan BPD sudah harus melaporkan pelaksanaan pembentukan BPD kepada Kepala Desa.

Sejumlah 13 calon anggota BPD berdasarkan keterwakilan wilayah sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti prosesi pembentukan BPD dengan cara pemilihan langsung. Dari 13 calon anggota BPD, terdiri dari 12 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang berjenis kelamin perempuan. Latar belakang pendidikan mereka bermacam-macam. Mulai dari lulusan SLTP/sederajad bahkan ada yang lulusan S-1. Menurut regulasi tentang BPD, salah satu persyaratan menjadi anggota BPD minimal lulusan SLTP/sederajad.  Calon anggota BPD dengan lulusan SLTP/sederajad ada 2 orang, lulusan SLTA/sederajad ada 6 orang, lulusan D-3 ada 1 orang, dan lulusan S-1 ada 4 orang. Sedangkan calon anggota dengan usia paling muda adalah 31 tahun, sementara usia calon paling tua adalah 57 tahun.

Musdes dimulai pada pukul 08.00 WIB, mengingat musyawarah harus memenuhi quorum sebagai syarat keabsahan suatu keputusan. Acara diawali dengan pembukaan secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa. Setelah sambutan selesai dilanjutkan dengan penyampaian tata cara pembentukan BPD dan proses pembentukan BPD oleh ketua panitia. Disampaikan oleh ketua panitia bahwa musdes hari ini adalah berdasarkan keterwakilan wilayah, sedangkan proses pembentukan BPD adalah secara pemilihan langsung. Kemudian ketua menyampaikan tata cara pemilihan kali ini tidak dengan cara mencoblos, namun dengan cara menulis semua nama calon BPD pada selembar kertas yang telah disediakan oleh panitia. Kenapa ke 13 calon harus ditulis semua, sebab nanti setiap calon akan diberi skor mulai nomer urut 1 dengan skor 13 dan nomer urut terakhir atau nomer 13 skornya 1. Ketua panitia juga memperlihatkan simulasi skoring calon anggota BPD melalui slide yg terpampang pada layar. Setelah selesai, nanti akan dihitung skor akhir, 8 orang dengan skor tertinggi akan terpilih sebagai anggota BPD.

Dari 13 calon anggota BPD, 1 orang tidak bisa hadir. Namun calon yang tidak bisa hadir atau berhalangan tetap bisa dipilih, sebab mereka adalah mewakaili wilayah dan sudah membuat pernyataan diatas materai bahwa bersedia dicalonkan menjadi anggota BPD. Terkait undangan yang memberikan hak pilihnya, ketua panitia menyampaikan tidak semua penduduk desa yang memiliki hak pilih dihadirkan, namun terwakili oleh beberapa elemen masyarakat yakni, ketua RW, ketua RT, TP-PKK, Posyandu, Karang Taruna, dan Tokoh masyarakat.

Sebelum pemilihan langsung dimulai, calon anggota BPD diberi kesempatan oleh panitia untuk memperkenalkan diri dengan cara menyebut nama dan asal wilayah. Selesai perkenalan pemilihan langsung segera dimulai. Namun terjadi kendala teknis, yakni mati listrik. Namun tidak menyurutkan peserta untuk tetap melanjutkan proses pembentukan BPD. Panitia memanggil pemilih secara berurutan sesuai dengan presenai kehadiran. Panitia menyediakan 3 meja dengan 6 tempat duduk bagi pemilih yang akan memberikan suaranya. Di atas meja telah tersedia kertas suara, alat tulis dan daftar nama calon. Sebanyak 39 orang yang mewakili wilayah dapat hadir untuk memberikan hak pilih. Mereka sangat antusias mengikuti musdes oembentukan BPD.

Dibutuhkan sekira 30 menit para pemilih menggunakan hak pilih dengan cara menulis semua nama calon anggota BPD pada selembar kertas. Setelah kertas suara dikumpulkan dan disesuaikan dengan jumlah pemilih yang hadir, maka rekapitulasi skor mulai dilakukan. Penghitungan skor dilakukan menggunakan plano ukuran besar, dan menggunakan microsof excel pada laptop untuk mempermudah mengetahui jumlah akhir skor.

Kurang lebih 1 jam lamanya rekapitulasi penghitungan skor, ini memerlukan waktu yang lumayan lama. Satu surat suara berisi 13 calon dengan skor sendiri-sendiri. Maka dari itu panitia harus hati-hati, jeli dan teliti untuk melakukan rekapitulasi. Para peserta musdes pun dengan penuh semangat mengikuti proses penghitungan skor. Bahkan ada yang menulis pada secarik kertas dengan harapan, calon yang mereka usung dari wilayahnya memperoleh skor tertinggi. Skor tertinggi calon anggota BPD adalah 379, sedangkan skor terendah adalah 99. Akhirnya didapat 8 orang calon anggota BPD dengan perolehan skor paling banyak. Dari 8 orang calon anggota BPD, 7 orang diantaranya adalah laki-laki dan 1 orang perempuan. Desa Sonoharno berhasil membentuk 9 orang angota BPD, 8 orang berdasarkan keterwakilan wilayah, dan 1 orang berdasarkan keterwakilan perempuan. Dari 9 anggota BPD tersebut, 7 orang berjenis kelamin laki-laki, 2 orang berjenis kelamin perempuan. Ke sembilan calon angota BPD terpilih nanti pada tanggal 10 Desember 2018 akan dilantik oleh Camat Wonogiri.(tim pengelola-SID)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan