Panitia Pembentukan BPD setting tempat Musdes Pembentukan BPD

Sonoharjo, 27/10/2018..Panitia Pengisian Keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri pada hari Sabtu 27 Oktober 2018 mulai melakukan penataan tempat untuk melaksanakan Musyawarah Desa (musdes) Pembentukan BPD. Musdes tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin 29 Oktober 2018 bertempat di aula Kantor Kepala Desa Sonoharjo dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tempat musdes cukup representatif untuk menampung seluruh peserta musdes dan calon anggota BPD.

Jumlah angota BPD Sonoharjo sesuai dengan pasal 4 Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 47 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 8 Tahun 2018 sejumlah 9 (sembilan) orang. Dalam pasal 4 tersebut berbunyi Penentuan jumlah  anggota BPD berdasarkan jumlah penduduk dan kemampuan keuangan Desa. Untuk jumlah penduduk Desa Sonoharjo memperoleh skor 3, sedangkan untuk kemampuan keuangan Desa Sonoharjo memperoleh skor 2. Jumlah skor 5 sampai dengan 6 ditentukan jumlah anggota BPD sebanyak 9 (sembilan) orang (pasal 4 ayat 2).

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya sampai pada penetapan calon anggota BPD sejumlah 13 orang berdasarkan keterwakilan wilayah dan 2 orang berdasarkan keterwakilan perempuan. Sesuai dengan ketentuan pasal 3 bahwasannya pengisian anggota BPD melalui proses : 1, pemilihan langsung, 2, misyawarah perwakilan. Desa Sonoharjo memilih opsi pertama untuk proses pengisian BPD, jumlah Dusun sebanyak 18 yang dikelompokkan menjadi 8 wilayah administratif tidak memungkinkan untuk mengisi BPD secara musyawarah perwakilan.

Musdus

Sampai dengan hari Jum’at 26 Oktober 2018, panitia berhasil menjaring 13 orang keterwakilan wilayah, masih ada 2 bakal calon yang sampai hari ini belum menyerahkan berkas pendaftaran. Dari 18 dusun tersebut terdapat 3 dusun yang menyatakan tidak mengirimkan bakal calon BPD, mengingat ke 3 dusun tersebut wilayahnya kecil dan jumlah penduduknya sedikit dan hanya terdiri dari 1 RT (rukun tetanģga). Usulan bakal calon anggota BPD berdasarkan keterwakilan wilayah dilakukan melalui musyawarah dusun (musdus) yang dipimpin oleh kepala dusun. Panitia pembentukan BPD turut memandu jalannya musdus sekaligus turut sosialisasi terkait pembentukan BPD pada tahun 2018 ini. Hasil musdus ditiangkan dalam berita acara penetuan bakal calon anggota BPD yang selanjutnya berkewajiban melengkapi persyaratan menjadi calon anggota BPD. Proses ini disebut dengan proses penjaringan.

Pelamar anggota BPD berlatar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Ada PNS, karyawan swasta, wiraswasta,. Sementara kualifikasi pendidikan pelamar pun variatif, minimal lulusan SLTP atau sederajad, namun ada juga pelamar dengan pendidikan terakhir D 3 dan S 1. Sementara dari 11 anģgota BPD yang masih aktif saat ini, terdapat 5 orang yang mengajukan lamaran. Mereka dicalonkan lagi oleh masyarakat sebagai calon anggota BPD dikarenakan kredibilitas dan kapasitas mereka sudah tidak diragukan lagi. Menurut regulasi yang tidak diperbolehkan melamar anggota BPD adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Tahapan Pembentukan BPD

Peserta musdes pembentukan BPD pada hari Senin lusa terdiri dari ketia RW masing-masing 1 orang, ketua RT masing-masing 1 orang,  pengurus TP PKK desa, pengurus karang taruna Desa, pengurus posyandu desa, dan tokoh masyarakat Desa. Tata cara pemilihan langsung yakni panitia membagikan kertas dan alat tulis, kemudian peserta menuliskan nama calon nomor urut 1 sampai dengan terakhir. Nomer urut 1 skornya paling tinggi, sementar nomér urut terakhir skornya paling rendah. Kemudian panitia melakukan rekapitulasi skor, perolehan suara terbanyak diambil 8  orang sebagai calon anggota BPD terpilih. Untuk keterwakilan perempuan sudah dilakukan pemilihan langsung, dan sudah terpilih 1 orang yang memperoleh suara terbanyak. Sehingga senin lusa musdes hanya akan memilih 8 orang untuk melengkapi jumlah anggota BPD menjadi 9 orang. (tim pengelola-SID)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan