Warga RT.002 RW.004 Desa Sonoharjo Mandiri Mendirikan Poskamling

Sonoharjo, 25/10/2018. Sistem Keamanan Lingkungan yang akrab kita sebut dengan siskamling perlu digiatkan guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.. Terlebih maraknya tindak kejahatan dengan berbagai modus kejahatan menyebabkan rasa kekhawatiran dan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tindak kejahatan tidak hanya marak di perkotaan, namun tak ubahnya di perdesaan. Masyarakat perdesaan yang mayoritas adalah petani, dalam sehari waktu banyak dihabiskan di lahan pertanian mulia pagi buta aampai dengan sore hari menjelang maghrib. Fakta kedua, wilayah Wonogiri banyak  yang mencari nafkah dengan cara merantau ke kota besar, bahkan ada yang sampai merantau ke luar Jawa. Beranjak dari kondisi tersebut, maka rumah tempat hunian yang dari pagi sampai sore ditinggal oleh para petani ke sawah dan ke ladang, juga rumah yang kosong karena ditinggal merantau oleh seluruh anggota keluarga menjadi sasaran tindak kejahatan.

Ironisnya, sasaran kejahatan tidak hanya rumah yang kosong saja, akan tetapi rumah yang berpenghuni pun acapkali menjadi sasaran kejahatan, terutama rumah yang di dalamnya hanya ditempati oleh pasangan lansia. Modus kejahatan pun bermacam-macam, mulai dari penipuan, gendam/hipnotis, pencurian baik siang maupun malam hari.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, maka warga RT.002 RW.004 Desa Sonoharjo Kec/Kab. Wonogiri mendirikan bangunan poskamling. Program kerja siskamling dengan cara pamswakarsa telah dimusyawarahkan dalam pertemuan RT. Pembuatan jadwal ronda merupakan wujud kepedulian warga dalam menjaga stabilitas lingkungannya.

Manakala mempraktekkan siskamling maka dibutuhkan pos sebagai tempat untuk berkoordinasi dalam hal menjaga tramtib. Kemudian warga sepakat berswadaya membangun Poskamling, sumber dana adalah iuran para kepala rumah tangga dan kekurangannya diambilkan dari kas RT. Tanda kentong sebagai pertanda peristiwa penting akan dipasang berikut kentongan sebagai ciri khas masyarakat perdesaan. Selain itu alat pemadam api tradisional juga akan melengkapi sarana prasarana pemadam kebakaran ringan. Wujudnya gepyok, alat yang terbuat dari bambu dan kain goni, lalu ganthol, pasir.(tim pengelola-SID)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan