Lomba Tumpeng Warnai Peringatan Hari Kartini TP PKK Sonoharjo

Sonoharjo, (28/04/2018).Guna mengilhami perjuangan Pahlawan Emansipasi wanita,yakni RA Kartini, TP PKK Desa Sonoharjo menggelar  lomba tumpeng dengan peserta TP PKK tiap-tiap dusun. Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April.

“Sosok Kartini adalah seorang ibu rumah tangga yang luar biasa, tidak hanya berperan dalam wilayah domestik namun juga berperan diwilayah publik. Maka dari itu setiap wanita wajib tahu akan peran ganda Pahlawan wanita ini. Sebagai seorang wanita di era globalisasi ini, makna emansipasi wanita terkadang dianalogikan dengan wanita karir, terkadang wanita terlalu sibuk dengan bagaimana upaya dan strategi dalam meniti karirnya, sehingga lupa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang ibu rumah tangga.

Beranjak dari fenomena tersebut, maka nilai-nilai luhur perjuangan RA Kartini harus diteladani, agar kaum wanita tidak lupa dan terjebak dalam intrepeinter yang keliru ihwal emansipasi dan kesetaraan gender. Kaum wanita ibarat jantung dalam.keluarga, maka harus diperkuat secara fisik dan psikis, meskipun secara kodrat wanita adalah makhluk yang lemah secara fisik. Artinya tidak sangat berbeda kekuatan fisiknya dibanding dengan kaum laki-laki.

Sebagai upaya penamanan nilai-nilai luhur RA Kartini, Kepala Desa bersama segenap pengurus TP PKK Desa Sonoharjo menggelar Lomba Tumpeng antar Dusun..Kegiatan ini diikuti oleh 18 Dusun sebagai Desa Sonoharjo. Biaya pembuatan t tumpeng dibatasi sebesar Rp.50.000. ” Nilai 50 ribu untuk saat ini adalah sangat kecil, dengan harapan kaum wanita bisa menghemat dalam rumah tangga, dan modal yang sedikit wanita bisa berkreasi dan berimprovisasi. Wanita modern harus akrab dan pintar memasak. Jangan sampai sibuk dengan urusan pekerjaan tapi alpa menunaikan tugasnya” kata Ninik Sugiarti Kepala Desa Sonoharjo sekaligus pembina TP PKK ini.

Peserta sangat antusias mengikuti ajang ini, mereka datang dengan hasil karya tangan-tangan terampil layaknya seorang ibu rumah tangga yang ahli di bidang kuliner. Semua peserta memakai kebaya sebagai pertanda bahwa para kader TP PKK sangat mengidolakan seorang Kartini. Kegiatan ini seklaigur sebagai pesan moral bagi para generasi penerus, agar mereka (kaum wanita) tidak lupa akan jatidirinya meskipun disibukkan drn

Facebook Comments
News Reporter

Tinggalkan Balasan