Dinas Lapernak Wonogiri Atasi Gangrep Sapi di Sonoharjo

Sonoharjo, Kamis 12/04/2018.Hewan ternak sapi betina acapkali mengalami Gangrep (gangguan reproduksi) sehingga sulit untuk bunting walaupun beberapa kali sudah dilakukan kawin suntik ib (inseminasi buatan) oleh mantri hewan. Ada beberapa penyebab sapi betina gagal bunting, diantaranya sapi kekurangan hormon kesuburan, terjangkit penyakit cacingan dan lain sebagainya.

Guna mengatasi gangrep terhadap sapi betina, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan menerjunkan Tim Pemeriksaan Sapi di Desa Sonoharjo. Ada 3 tim yang akan melakukan sweeping ke Dusun-dusun di Desa Sonoharjo untuk memeriksa kondisi ternak sapi betina baik yang sedang bunting maupun sulit bunting.

Kegiatan ini di lakukan di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Selogiri, Kecamatan Wonogiri, dan Kecamatan Ngadirojo. Target yang dijadikan sasaran adalah 500 ekor sapi betina usia 1.5 tahun untuk ternak sapi ras, dan sapi betina usia 2 Tahun ke atas untuk sapi lokal (onggole). Sebelum melakukan pemeriksaan, tim melakukan wawancara dulu kepada pemilik ternak untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi. Apakah sapi betina sedang bunting, atau sapi betina sulit bunting, dan kapan terakhir kali dilakukan kawin suntik.

Untuk sapi betina yang sedang bunting, tim melakukan pemeriksaan dengan cara mengetahui berapa lama usia kandungan, dan memastikan sapi betina dalam keadaan bunting atau tidak. Sementara untuk sapi betina yang sulit atau gagal bunting, petugas memberikan suntik hormon kesuburan, memberi obat cacing dan 1 bungkus nutrisi yang diberikan kepada ternak dengan cara mencampur dengan makanan. Selanjutnya bagi sapi betina yang menurut pemilik telah dilakukan ib (kawin suntik) belum ada 2 bulan tidak diperiksa, kalau diperiksa takutnya nanti malah mengganggu dan merusak kondisi serum yang disuntikkan.

Bagi sapi betina yang disuntik hormon kesuburan, pada sapi betina tersebut dikasih nomer register penanda khusus, lalu peternak diberi label kartu kesehatan reproduksi yang dikeluarkan oleh balai besar veteriner Wates Jogjakarta Upsus Siwab penanggulangan Gangrep 2018. Fungsi kartu tersebut sebagai kendali dan pemantauan apakah sapi tersebut nanti di bulan Juni sudah ada tanda-tanda birahi apa belum.

Para pemilik hewan ternak sapi sangat antusias dan menyambut baik program ini. “Seperti inilah yang sangat kami tunggu-tunggu dari Dinas, jadi kami selaku peternak dapat memantau perkembangan ternak kami dan mendapatkan pengalaman serta ilmu dari Dinas Lapernak. Kami berharap dikemudian hari ada program terkait dan menyasar peternak-peternak sapi yang belum diperiksa kondisi kesuburan ternaknya pada hari ini”. kata seorang peternak Anto Rebo yang memiliki sapi 6 ekor. (Agus Ds-adm)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan