“Character Building” bagi Para Santri TPA, sebagai Upaya Preventif Dampak Negatif Globalisasi.

Sonoharjo,Minggu (25/02/2018).Pembangunan dan pembentukan karakter harus dilaksanakan sejak dini, dimulai dari anak-anak. Pada saat karakter sudah tertanam sejak usia anak-anak, ketuka nanti menginjak masa dewasa maka akan terlihat kematangan karakternya. Tentu saja karakter yang dimaksud adalah karakter yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan dan mengandung kemanfaatan bagi orang lain.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk membangun karakter sejak dini dilakukan oleh remaja masjd yang melebur dalam FUSILAT (Forum Silaturahmi) 3 Desa, yakni Desa Sonoharjo, Desa Manjung dan Desa Purwosari. Kegiatan yang dilakukan yakni Dongeng Santri Islam Berkisah. Acara dini dilakukan di aula pertemuan Balai Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri. Penyelenggara adalah FUSILAT bekerja sama dengan Pemerintah 3 Desa, Tim KKN Mahasiswa UMS, remaja masjid 3 Desa. Sebagai peserta adalah para santri-santri TPA. Kegiatan ini merupakan program tahunan, ragam kegiatan yang lainnya adalah buka bersama, pesantren kilat, dan bakso sosial. “Sumber dana kegiatan berasal dari donatur tetap yang berdomisili di 3 Desa tersebut, ketika kurang memenuhi target pembiayaan maka dicarikan donasi dari beberapa pihak” kata salah seorang panitia penyelenggara.

Dalam acara sambutan Kepala Desa Sonoharjo selaku tuan rumah yang terwakili oleh Sekretaris Desa menyampaikan, “Pemerintah Desa sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini, harapannya kegiatan ini terlaksana secara rutin dan berkelanjutan, frekuensinya bisa lebih ditingkatkan, ragam kegiatan lebih variatif, outing class, tadabbur alam dan kain aebagaianya. Pemerintah Desa akan selalu mendukung kegiatan seperti ini, jika memungkinkan akan dianggarkan dalam APBDesa 3 Desa, yakni Desa Sonoharjo, Desa Manjung dan Purwosari”.

Hadir selaku pembicara adalah Ustadz Husaini Syaifullah (Kepala TK/SD IT Al Huda Wonogiri), materi yang disampaikan adalah tentang nilai-nilai ketaatan dalam kehidupan beragama, taat kepada orang tua, taat kepada guru, dan yang utama adalah taat kepada Allah SWT. Cara penyampaian materi sangat baik, sisi dengan kiaah-kisah Islam dan diselingi dialog dengan para santri. Peserta pun sangat antusias mengikuti jalannya materi, pada dasarnya semua kalangan anak-anak sangat suka dengan dongeng/kisah.

Ditengah acara juga diselingi dengan seni Hadrah yang berkenan mengisi adalah Hadrah Al-Huda yang berasal Dusun Pugut yang merupakan salah satu Dusun di Desa Sonoharjo. Hardrah/rebana tersebut berkembang di wilayah dusunnya.Pada saat warga menggelar acara keagamaan, pasti group rebana tersebut diminta untuk mengisi acara, sambil melafazkan shalawat.(adm-agg).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan