Normalisasi Jalan Kampung Ciptakan Rasa Nyaman Pengguna Jalan.

Sonoharjo, (18/02/2018)..Infrastruktur dasar berupa jalan merupakan sarana pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ditengarai oleh salah satu program pemberdayaan masyarakat, bahwa salah satu faktor penyebab kemiskinan adalah kurang terbukanya akses. Lancarnya akses tidak hanya ditentukan oleh bagus atau tidaknya bangunan jalan, namun dimensi jalan juga berpengaruh terhadap kelancaran akses masyarakat.

Dipedesaan ada bermacam tipologi jalan, yang ditentukan berdasarkan ukuran lebar jalan. Ada Jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan, jalan desa (putar distrik), dan ada juga jalan dusun. Untuk jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan bukan kewenangan Desa untuk membangun dan melakukan perawatan. Namun untuk status jalan Desa dan jalan dusun merupakanbtanggungjawab bersama antara pemerintah Desa dengan masyarakatnya.

Idealnya jalan terdiri dari 3 bidang, pertama badan jalan, kedua bahu jalan, dan ketiga saluran drainase disisi kanan dan kiri jalan. Suatu jalan tanpa didukung oleh saluran drainase baik permanen maupun non permanen bobot nilainya kurang dari 70%. Di pedesaan umumnya saluran air rata-rata masih berupa tanah, sehingga perlu perawatan secara berkala dengan melakukan pengerukan. Pagar pekarangan yang kebanyakan berupa tanaman, acapkali menutupi saluran air, dampaknya ukuran lebar jalan menjadi berkurang, dan aliran air melewati bahu jalan, bahkan melewati badan jalan. Lambat lain kondisi tersebut akan menyebabkan kerusakan jalan, selain itu membahayakan para pengguna jalan.

Beranjak dari fenomena tersebut, normalisasi Jalan menjadi solusi untuk mengembalikan dimensi jalan dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Musyawarah warga dilakukan untuk melakukan rembug bersama terkait ukuran minimal lebar jalan. “Jalan dusun dulu lebar-lebar, dan pagar tanaman sangat tertata dengan baik, sementara sekarang jalan dusun ukurannya berkurang disebabkan pagar tanaman yang tidak tertata dengan baik”, ujar salah seorang warga. Setelah dilakukan musyawarah maka warga membuat keputusan membuat ukuran minimal jalan dusun adalah 3,8 meter dan harus terdiri dari 3 bidang jalan (badan jalan, bahu jalan, saluran air).

Sebagai implementasi atas keputusan bersama tersebut, warga Dusun Tanggung Kulon Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri langsung membuat program kerja bakti tiap hari Minggu. Tujuannya selain normalisasi jalan adalah menjaga nilai luhur nenek moyang yang selalu mengajarkan gorong-gorong sebagai etos kerja dan ciri khas masyarakat pedesaan.Warga sangat antusias menjalankan program tersebut. “Merawat lingkungan merupakan cermin sense of belonging terhadap dusun yang dicintainya” kata salah seorang tokoh warga(ads).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan