Tanggap Darurat Mengatasi Penderita Gangguan Jiwa

Sonoharjo, (16/02/2018).Mengatasi Penderita Gangguan jiwa bukanlah perkara mudah, perlu peran beberapa elemen untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Adalah seorang penderita gangguan jiwa berinisial NS (33 th) warga Desa Sonoharjo semalam kambuh dan menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan.Pria tersebut tinggal hanya berdua dengan ibunya yang sudah renta.

Menurut pernyataan ibunya, dulunya NS beberapa tahun merantau ke Bandung, namun sepulang merantau menderita gangguan  jiwa. Pada dasarnya anak tersebut adalah anak yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, dan suka bekerja keras.

Pernah suatu waktu pria tersebut mengamuk tetangganya, seorang pria dipukuli sampai babak belur bahkan masuk rumah sakit. Warga dan perangkat desa mengambil tindakan melaporkan kepada yang berwajib guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pria penderita gangguan jiwa tersebut dirawat di RSJ.

Setelah menjalani perawatan sekira 2 bulan kondisinya stabil dan dibawa pulang oleh keluarganya, Namun semalam pria tersebut kambuh lagi, kali ini yang menjadi sasaran adalah ibunya, Sang ibu lari kerumah kepala dusun untuk mencari perlindungan, Masyarakat kawatir, dikarenakan NS masih mencari ibunya dengan membawa senjata tajam.

Pagi ini perangkat desa setempat dan kepala desa koordinasi dengan Dinsos dan Polsek untuk menciptakan kondisi yang aman dan terkendali.Setelah diadakan musyawarah bersama, akhirnya penderita tersebut dibawa ke salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur, yang konon dapat mengobati orang yang mengalami gangguan jiwa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan