Pasar “KREMPYENG” Potensi Desa SONOHARJO Yang Terpendam
Situasi Pasar Pagi Hari

Sonoharjo, (09/02/2018)…Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, artinya ada dua subyek pelaku ekonomi yakni harus ada penjual dan pembeli. Ada berbagai klasifikasi pasar, mulai pasar induk, pasar tradisional dan lain sebagainya menurut letak dimana pasar tersebut berdiri dan kapan pasar tersebut melakukan aktivitas ekonomi. Pasar tradisional umunya terletak dipedesaan dengan gambaran/ penampilan pasar apa adanya, barang yang dijajakan seputar komoditas lokal desa, dan karakteristik pedagang/penjual adalah pedagang dengan modal kecil. Sementara pembelinya adalah masyarakat desa yang ingin mencukupi kebutuhan primer seputar sandang dan pangan sehari-hari.

Pasar tradisional tidak melakukan aktivitas jual-beli seharian penuh, namun aktivitas ekonomi dijalankan secara momental diwaktu pagi hari. Aktivitas yang momental tersebut akrab kita sebut dengan Krempyeng (bahasa Jawa:red). Peristiwa ini yn=ang menjadikan kekhasan pasar yang ada di pedesaan. Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar memiliki pasar tradisional yang berdiri sekira 25-30 tahun yang lampau. Letak pasar tersebut berdampingan dengan Lapangan Desa Sonoharjo, sangat strategis dekat dengan pusat pemerintahan.

Profil Pedagang Pasar Desa

Menurut sejarah, pasar “krempyeng” tersebut awalnya hanya ada 1 atau 2 orang penduduk asli Desa Sonoharjo yang menjajakan barang dagangan yang sangat terbatas, hanya minyak tanah dan sedikit bumbu dapur yang umumnya banyak dikonsumsi oleh masyrakat kala itu. Tidak ada kios yang didirikan, tidak ada lapak yang digunankan unutk display barang dagangan, tapi pedagang menggunakan tikar atau karung sebagai alas untuk menata barang dagangan. lambat laun lokasi tersebut makin banyak jumlah orang yang menjajakan barang dagangan yang lebih variatif. Para pedagang satu persatu mulai mendirikan kios seadanya dan menggunakan lapak untuk menata barang dagangannya.

Sepuluh tahun kemudian lokasi tersebut sudah menjadi pasar tradisional dengan jumlah pedagang melipat hampir 10 kali lipat. Pedagang dari luar desa berangsur-angsur mulai masuk ke pasar, dan ambil bagian dalam melakukan aktivitas jual-beli. Tidak hanya pedagang saja yang berasal dari luar desa, namun pembeli yang berasal dari luar Desa mulai berdatangan.

Impian Pasar Desa

Regenerasi pedagang pun mulai terjadi. Salah seorang pedagang yang merupakan cucu dari salah satu pendiri (founding father) pasar berkata “Nenek saya dulu adalah pendiri pasar ini, beliau jualan anakea gorengan dan juga jualan minyak tanah. Saya hanya mewarisi apa yang dilakukan oleh nenek saya, dulu pasar Desa ini tak seramai seperti sekarang ini, saya mewakili para pedagang berharap pasar Desa ini ditata sehingga para penjual dan pembeli merasa nyaman berkunjung di pasar Desa ini “.

Setelah beberapa kali melakukan pengamatan dan melihat potensi yang ada, pada tahun 2018 ini Pasar Desa Sonoharjo akan direvitalisasi agar menuju Pasar Desa yang bersih, tertata, dan tentunya pasar yang sehat dan nyaman. Alokasi yang dipergunakan untuk kegiatan Pembangunan Sarana Ekonomi Desa tersebut sebesar Rp. 257.000.000,00. Nantinya Pasar Desa tersebut akan menjadi salah satu Unit Usaha BUMDesa Sonoharjo yang akan menjadi icon desa dengan tetap menjaaga aspek tradisionalitasnya.

Facebook Comments
News Reporter

2 thoughts on “Pasar “KREMPYENG” Potensi Desa SONOHARJO Yang Terpendam

  1. Selamat untuk desa Sonoharjo dengan SID kembangkan terus dengan domain desa. id pasar krempyeng adalah salah satu Aset Desa yg bila pemerintah desa Sonoharjo mampu mengelola dng baik akan dapat menambah sumber pendapatan Asli Desa

Tinggalkan Balasan